Beranda lampung Bandar Lampung Penemuan Mayat Wanita, Misteri Suara Menjerit Siang Hari Dan Anak Korban Menghilang

Penemuan Mayat Wanita, Misteri Suara Menjerit Siang Hari Dan Anak Korban Menghilang

0 views
0
BERBAGI

Bandar Lampung,(Radarpembaruan.com)- Warga Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung digegerkan dengan penemuan sosok wanita yang sudah meninggal.

Korban diketahui bernama Yuliati (51), warga Perumahan Griya Rubi, Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Arma warga setempat mengaku sempat mendengar cerita dari tukang yang mendengar jeritan suara perempuan dari dalam perumahan, Kamis 01 Maret 2018 siang.

“Mereka yang bilang ke saya, katanya denger suara prempuan menjerit, tapi hanya sekali sehingga mereka (tukang) tidak timbul curiga,” ujar Arma.

“Masih belum percaya aja, ternyata jeritan itu berasal dari korban yang menghuni perumahan,” tambahnya.

Menurut Arma, Ag (anak korban) Kamis (siang) masih terlihat biasa.

Bahkan ia sempat meminta rokok dengan mendatangi ke rumahnya.

“Kalau ciri-cirinya, kulitnya putih, kurus dan tinggi,” katanya.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi terkait pembunuhan yang terjadi Griya Rubi Sukadanaham, Bandar Lampung.

“Sudah ada 5 orang saksi terutama tetangga dekat dan dari keluarga, tetapi pemeriksaan sebatas 5 orang,” tuturnya saat ditemui di SMAN 2 Bandar Lampung, Jumat 2 Maret 2018.

Terkait dugaan pelaku anak kandung korban, Kapolresta Bandar Lampung mengaku masih lidik.

“Masih lidik, kami menjunjung tinggi azaz praduga tak bersalah,” sebutnya.

Murbani pun menambahkan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identitas pelaku sudah didapat dan sekarang dilakukan pengejaran.

“Apabila ada masyarakat yang memberikan informasi secara cepat sangat membantu kami,” tutupnya.

Informasi yang dapat dihimpun, Yuliati meninggal diduga akibat dianiaya anak kandungnya sendiri berinisial Ag.

Ibu dan anak ini tinggal berdua di rumah tipe 36 tersebut.

Pasca kejadian tersebut, Ag langsung menghilang tanpa kabar.

Arma mengatakan, korban bersama anaknya menempati perumahan, kurang lebih sudah hampir dua bulan.

“Kepribadian Ag memang terlihat kurang dan tidak seperti biasanya, ” ujar Arma

Menurut Arma, terkadang AG sering tertawa dan berbicara sendiri saat keluar dari rumahnya.

Selama menghuni perumahan, tutur Arma, korban bersama anaknya jarang keluar rumah dan hanya di dalam saja.

“Kalau mereka makan, sehari-hari ada yang mengantar kerabatnya, tapi saya enggak kenal yang mengantar dan memberi mereka makanan,” ujarnya. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here