Beranda lampung Tanggamus 2 ABG Diringkus Saat Akan Jual Motor Curian

2 ABG Diringkus Saat Akan Jual Motor Curian

0 views
0
BERBAGI

Kota Agung,(Radarpembaruan.com) – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap RWS (18) dan RS (17), pelaku pencurian den dengan pemberatan (curat) sepeda motor saat akan jual hasil kejahatannya.

Menurut Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, kedua pelaku ditangkap di jalinbar, sekitar simpang jalan Pekon Wonosobo pada Jumat, 2 Maret 2018.

“Saat itu para pelaku hendak jual motor hasil curian, masih mencari pembeli. Diamankan juga sepeda motor Honda milik korban Epi Hapipi merek Honda Revo Fit nopol BE 5747 ZF yang akan dijual,” ujar Sujana, Minggu 4 Maret 2018.

Sebelumnya korban melapor kehilangan sepeda motor pada tanggal 1 Maret 2018 di Polsek Kota Agung. Motor diparkirkan di teras rumah saat Hepi akan solat. Namun baru wudhu motor sudah raib.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, diterangkan keduanya mencuri dengan cara merusak kontak gunakan kunci leter T. Pelakunya tiga orang RWS, RW dan DN. Merek berbagi tugas saat beraksi.

Untuk RWS sebagai eksekutor sedangkan RW dan DN bertugas mengawasi situasi sekelilingnya. Untuk saat ini polisi masih memburu DN.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan untuk pelaku RWS mengakui delapan kali mencuri sepeda motor, sedangkan RW katanya baru satu kali,” ujar Sujana.

Untuk saat ini Polres Tanggamus masih melakukan pendataan laporan-laporan mayarakat terkait keterlibatan mereka.

“Sedang kita datakan dan inventarisir atas pengakuan RWS sehingga kasus curat dapat lebih jelas,” ujar Sujana.

Pelaku RWS merupakan warga Kecamatan Kota Agung berstatus turut orang tua dan RS warga Kecamatam Wonosobo bersatus pelajar kelas XVII di SLTA kecamatan setempat.

Dari pengakuan tersangka RWS hasil pencurian dijual dijual Rp 1 juta untuk satu unit sepeda motor. Uang yang didapat untuk beli pakaian dan kebutuhan.

Kini kedua pelaku terancam pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun. Namun polisi mempertimbangkan UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here