Beranda lampung Bandar Lampung Diduga Kampanye Saat Pengajian, Panwas Panggil Pengurus MT Milik Istri Cagub

Diduga Kampanye Saat Pengajian, Panwas Panggil Pengurus MT Milik Istri Cagub

0 views
0
BERBAGI

Bandar Lampung,(Radarpembaruan.com) –  Panwaslu Kota Bandar Lampung, memanggil pengurus Majelis Taklim (MT) Rachmat Hidayat, terkait adanya dugaan pelanggaran aturan kampanye dalam pengajian akbar di Masjid Al-Furqon beberapa waktu lalu.

Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kota Bandar Lampung, Yahnu Wigono Sanyoto mengatakan, bahwa pihaknya memanggil Ustadz Nasrudin dan Ketua Dewan Asatidz Majelis Talim Rachmat Hidayat, Ismail Soleh.

“Keduanya dipanggil terkait unsur dugaan adanya kampanya saat pengajian dengan menunjukkan salam dua jari yang di Masjid Al-Furqon, Senin lalu,” katanya (3/3/2018) kemarin.

Yahnu mengatakan, Ustadz Nasrudin dipanggil untuk melakukan klarifikasi. Sementara pemanggilan Ismail Soleh mewakili Ketua MT Rachmat Hidayat, Eva Dwiana.

“Kami sudah memanggil untuk meminta klarifikasi dari Ustad Nasrudin, terus keterangan dari Ismail Soleh. Sebenarnya, kami mengundang ketua Rachmat Hidayat, tapi diwakili Pak Ismail Soleh,” jelasnya.

Yahnu mengatakan, dari hasil klarifikasi, Ustadz Nasrudin yang diundang untuk mengisi pengajian, membantah jika foto pose dua jari dirinya adalah kampanye untuk paslon nomor urut dua.

“Kalau pengakuan dari Ustadz Nasrudin, ada yang minta foto dengan dirinya, kemudian pose angka dua itu karena reflek, bukan unsur kesengajaan untuk kampanye,” katanya.

Meskipun begitu, paswaslu belum bisa mengambil keputusan dari hasil klarifikasi ini. Paswaslu masih akan memanggil saksi lainya.”Rencanya besok kita akan panggilan seorang yang di sebelahnya,” katanya.

Menurutnya, jika nantinya terbukti melakukan kampanye, maka Ustad Nasrudin bisa dikenakan pidana sesuai dengan UU No 10 tahun 2006 pasal 187 ayat 3. “Jika terbukti melakukan kampanye, sesuai dengan UU No 10 tahun 2006 pasal 187 ayat 3 tentang pemilihan umum anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Asatidz MT Rachmat Hidayat, Ismail Soleh, mengaku apa yang dilakukannya adalah reaksi spontan dalam berfoto atau selfie.

Soleh menyatakan, dalam hal itu tidak ada unsur kampanye atau ajakan untuk memilih dan memihak salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

“Pada saat kami pengajian di Al Furqon kemarin, dengan mengangkat dua jari adalah hal yang spontan. Ya layaknya orang-orang berselfie gitu,” katanya.

Respon spontan, menurutnya, adalah hal yang biasa dilakukan orang-orang dalam berpose saat akan difoto. “Ada yang dua jari, lima jari atau mengepal. Jadi menurut saya hal lumrah. Kecuali kalau ada unsur kampanye,” jelasnya.

Dia menyatakan bahwa mengerti aturan yang dilarang melakukan kampanye di tempat-tempat ibadah, seperti di Masjid. “Kami juga mengerti aturan, kalau tidak boleh kampanye ditempat ibadah,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, pengajian yang dilakukan Majelis Taklim Rachmat Hidayat tidak ada kaitan dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

“Rachmat Hidayat itu sudah ada bertahun-tahun, baik musim apapun kami tetap melakukan pengajian. Jadi tidak ada hubungannya dengan politik,” jelasnya.(plp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here