Beranda sosmed Biaya Pemulihan Facebook Mahal, Ini Yang Akan Dilakukan Zuckerberg

Biaya Pemulihan Facebook Mahal, Ini Yang Akan Dilakukan Zuckerberg

0 views
0
BERBAGI

Radarpembaruan.com – Pencurian data jutaan akun Facebook membuat Mark Zuckerberg bak kebakaran jenggot.

Pendiri sekaligus CEO Facebook ini pun berencana melakukan investigasi bagi para pengembang aplikasi ketiga yang menyalahi aturan, seperti apa yang dilakukan Cambridge Anlytica.

Meskipun diakui Zuckerberg hal itu tidaklah mudah, bahkan bagi perusahaan raksasa teknologi sekaliber Facebook.

Hal itu dikarenakan data pengguna berada di server yang berbeda. Sehingga, pihaknya perlu mengirim auditor forensik untuk aplikasi-aplikasi yang berbeda.

Zuckerberg pun secara tegas mengancam akan mengaudit para pengembang yang memiliki segudang data pengguna Facebook atau pengembang yang melakukan hal tak wajar.

Pihaknya akan mengulik kembali siapa saja pengembang yang menggunakan data pengguna Facebook.

“Jadi, kami tahu semua aplikasi yang teregistrasi ke Facebook, dan semua pengguna Facebook yang registrasi ke aplikasi tersebut, lalu harus memasukkan data berbeda sesuai yang diciptakan pengembang, maka pahamilah, jika apa yang pengembang lakukan bukanlah hal wajar,” jelasnya.

Ia menambahkan, masalah lain yang dihadapi Facebook untuk mengatasi masalah ini adalah ketersediaan auditor terlatih, untuk mengaudit seluruh aplikasi ketiga yang bernaung di Facebook dengan cepat.

Apalagi, butuh waktu berbulan-bulan, serta anggaran berjuta-juta dolar AS, untuk memperbaiki semua masalah kepercayaan keamanan pengguna ini. Belum lagi basis analisis pengumpulan data dari puluhan ribu aplikasi yang berbeda-beda.

Skandal pencurian data pengguna Facebook besar-besaran ini memang memukul telak Facebook, khususnya Zuckerberg. Salah satu yang mengecewakannya adalah mengetahui jika Cambridge Analytica mengambil data pengguna Facebook sejak tahun 2015.

Kala itu, Cambridge Analytica telah membuat pernyataan tertulis kepada Facebook, yang menyatakan jika semua data pengguna Facebook telah dihapus. Sial bagi Facebook, karena firma data analis tersebut melakukan hal sebaliknya.

Mereka menyalahgunakan data pengguna Facebook untuk keperluan pemilu Amerika Serikat tahun 2016. Atas kecurangan tersebut, Zuckerberg hanya bisa berharap jika Facebook melakukan pengecekan sendiri, alih-alih meminta pernyataan tertulis.

“Saat itu kami tidak terpikir untuk menindaklanjutinya. Namun mengetahui keadaan sekarang, kami benar-benar harus mengeceknya sendiri, dan kami tidak akan pernah mengulangi kesalah tersebut lagi,” janji Zuckerberg.

Sayangnya, ia tidak menjelaskan lebih jauh alasan mengapa saat itu, tidak melakukan pengecekan sendiri, atau mengapa tidak melakukan pemantauan lebih jauh terhadap aplikasi ketiga.

Filantropis ini pun sesumbar, dirinya terbuka jika diminta bersaksi kepada kongres, mengingat skandal ini melibatkan pemilu AS tahun 2016.

Bahkan, menurut rangkuman KompasTekno dari Recode, Sabtu (24/3/2018), Zuckerberg akan muncul lebih dulu sebelum para legislator, jika memang dialah orang yang paling tepat untuk bersaksi kepada parlemen untuk memberikan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Kami telah mengecewakan masyarakat dan saya merasa sangat buruk. Saya minta maaf atas itu,” aku Zuckerberg.

Skenario terburuk yang akan dialami Facebook adalah meningkatnya regulasi data, yang dapat melumpuhkan bisnis iklan Facebook yang bergantung pada pengumpulan data dari penggunanya.

Setelah skandal ini mencuat, Facebook kehilangan saham kapitalisasinya sebesar 50 miliar dolar AS (sekitar Rp 688,3 triliun) dalam minggu ini. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here