Beranda lampung Bandar Lampung Kakak Korban Pembunuhan Histeris, ‘Nggak, Saya Nggak Terima Maaf Kamu, Ini Nggak...

Kakak Korban Pembunuhan Histeris, ‘Nggak, Saya Nggak Terima Maaf Kamu, Ini Nggak Adil’

0 views
0
BERBAGI

Bandar Lampung,(Radarpembaruan.com) –  Suasana tegang dalam persidangan kasus pembunuhan siswa SMA Mutiara di indekos wilayah Rajabasa tiba-tiba berubah.
Kakak perempuan korban menangis histeris ketika melihat kedua terdakwa keluar ruang sidang.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (27/3/2018), ketua majelis hakim Mansur menjatuhkan hukuman berbeda kepada dua terdakwa yang merupakan suami istri.

Mansur menghukum Agus Nawi dengan pidana 20 tahun penjara.

Sementara istri Agus, Rita Lia Epiyana dihukum lebih ringan selama 18 tahun penjara.

Ketika kedua terdakwa keluar ruangan sidang, Novian, kakak perempuan korban Merdi Irawan langsung menangis.

Sambil terisak ia menyatakan tidak menerima hasil putusan yang diterima kedua terdakwa.

“Saya minta maaf,” ungkap terdakwa Rita Lia Epiyana sembari keluar ruangan sidang.

“Nggak, saya nggak terima maaf kamu. Ini nggak adil, adik saya sudah mati, dia masih kecil. Lu minta maaf (juga) adik gua juga nggak akan hidup lagi,” kata Novian sambil menangis.

Novian mengatakan, perbuatan kedua terdakwa sudah di luar perikemanusiaan.

Padahal keluarganya selalu baik kepada Rita dan suaminya.

Menurutnya, Rita bekerja di rumah keluarga korban sebagai tukang menyetrika dan mencuci pakaian.

Selama itu bekerja itu, keluarga korban membantu kebutuhan keluarga Rita. Jika Rita tdak punya beras diberi.

“Bahkan sebelumnya adik saya (Merdi) itu ngomong (mengundang korban), besok ada 40 hari meninggalnya ibu, datang saja nanti dikasih nasi bisa untuk makan. Malah hari Jumat sebelum 40 hari ibu, adik saya menyusul,” ujar Novian sembari menangis tersedu-sedu.

Kerabat korban, Solihin (55) mengatakan, sebelum peristiwa pembunuhan itu, keluarga Merdi akan memperingati 40 hari wafatnya sang ibu pada Sabtu malam.

Namun, pada Jumat malam justru adiknya yang dibunuh.

“Bapaknya meninggal, ibu meninggal, adik meninggal sekarang kakaknya sendiri,” kata Solihin.

Solihin mengungkapkan, pada Jumat malam itu Rita menjemput Merdi untuk main ke rumahnya di indekos di Jalan Kapten Abdul Haq, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung.

“Padahal malam Minggu ditawari untuk datang ke rumah. Ini malah tidak ada niat baik mau minta maaf. Buat apa saya terima maaf terdakwa. Mau 1.000 kali pun tidak kami maafin. Merdi digorok, barang diambil, dia itu anak kecil tidak mengerti apa-apa. Saya sayang sama adik saya,” kata Solihin.(trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here