Beranda Internasional Jutaan Siswa Ogah Ujian Lagi

Jutaan Siswa Ogah Ujian Lagi

2 views
0
BERBAGI

Radarpembaruan.com –  Jutaan siswa sekolah tingkat menengah di India menolak mengulang ujian yang penting setelah soal-soal yang diujikan diketahui telah bocor sebelumnya.

Ujian Pendidikan Menengah Terpusat (CBSE) adalah ujian penting bagi siswa di India untuk mendapatkan pengakuan dari sejumlah perguruan tinggi negeri bergengsi.

Soal ujian matematika dan ekonomi diketahui bocor dan tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp sebelum ujian berlangsung. Namun ujian telanjur dilaksanakan dan pemerintah bermaksud untuk mengulang ujian tersebut.

Menteri Pendidikan India Prakash Javadekar mengatakan, penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap bagaimana kebocoran soal tersebut bisa terjadi.

“Pelaku tindak kejahatan ini tidak akan dapat menghindar. Saya yakin polisi akan dapat segera menangkap para pelaku,” kata Javadekar kepada wartawan, Kamis (29/3/2018).

Javadekar memahami kekesalan yang dirasakan para siswa maupun orangtua mereka setelah terjadinya kebocoran tersebut. Ia menambahkan, pihaknya berjanji akan lebih meningkatkan sistem keamanan daring untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.

Kepolisian Delhi menyatakan telah memeriksa 25 orang, termasuk siswa dan juga pengajar terkait kasus kebocoran tersebut. Namun belum ada yang ditahan.

“Saat ini kami masih mencoba melacak jejak kebocoran ini. Kebanyakan orang yang kami periksa mengaku hanya menerimanya melalui pesan WhatsApp,” kata Komisaris Khusus Polisi RP Upadhyay dikutip AFP.

Ketua Partai Kongres Rahul Gandhi, yang merupakan oposisi pemerintah, mengkritik pemerintah yang dinilai tidak mampu mencegah kekacauan tersebut. “Sekitar 2,8 juta siswa harus mengikuti ujian lagi? Apakah ini sebuah lelucon? Siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan besar ini?” tulis Gandhi di akun media sosial Twitter-nya.

Gandhi pun kembali mengungkit masalah keamanan digital yang buruk di India. Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi dituding telah memata-matai warga melalui aplikasi ponsel resmi yang dirilis kantornya.

Dikabarkan data para pengguna aplikasi tersebut telah dicuri dan dikirimkan ke sebuah perusahaan di AS. (trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here