Beranda lampung Lampung Timur Polisi Diminta Usut Tuntas Pungli Bantuan Alsintan di Lamtim

Polisi Diminta Usut Tuntas Pungli Bantuan Alsintan di Lamtim

0 views
0
BERBAGI

SUKADANA (radarpembaruan.com) – Polres Lampung Timur diminta usut tuntas dan tindak tegas siapapun oknum yang terbukti melakukan pungli bantuan hibah Alsintan kepada kelompok tani setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Lamtim, M Yusuf H.R menegaskan, pihaknya tidak tahu menahu terkait adanya oknum honorer tenaga ahli anggota DPR RI, Sekretariat Jenderal  DPR RI,  atas nama CAN yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) petugas Polres Lamtim karena melakukan pungli terhadap kelompok tani penerima bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) traktor rotary dari Kementeraian Pertanian.

Menurutnya aksi yang dilakukan oleh CAN tersebut atas nama pribadi, kemudian pihak kelompok tani yang dimintai uang dengan alasan sebagai imbalan karena sudah menerima bantuan hibah taraktor rotary juga tidak pernah melaporkan hal itu ke Dinas Pertanian.

Dijelaskan oleh Yusuf, Sabtu (3/8/2019), pada 2017 Kabupaten Lamtim mendapatkan bantuan hibah sejumlah 12 unit traktor rotary. Ke 12 unit traktor rotary itu terdiri dari lima unit merk Yan Mar, lima unit mere New Holand dan dua unit lagi merk Kubota.

Untuk mendapatkan bantuan hibah traktor tersebut kata dia, Kelompok Tani memang mengajukan usul ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lamtim. Setelah dinilai layak maka Dinas Pertanian memberikan rekomendasi serta mengajukan usul ke Kementerian Pertanian.

“Selanjutnya Kementeraian Pertanianlah yang menentukan kelompok tani mana saja di Kabupaten Lamtim yang berhak mendapatkan bantuan hibah traktor tersebut,” ujarnya.

Setelah bantuan hibah traktor itu didistribusikan oleh Kementerian Pertanian langsung ke kelompok tani, maka pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lamtim hanya membuatkan berita acara serah terima bantuan hibah tersebut disamping pemantauan dalam pemanfaatannya.

“Jadi kami ya hanya sebatas itu saja, membuat berita acara serah terima bantuan hibah traktor serta pemantauan dalam pemanfaatan bantuan tersebut,” kata Yusuf.

Karena itulah tandas dia, pihaknya sama sekali tidak tahu menahu jika dikemudian hari ternyata ada Oknum Honorer Tenaga Ahli  Anggota DPR RI, Sekretariat Jenderal  DPR RI,  atas nama CAN  yang melakukan pungli terhadap lima kelompok tani penerima bantuan hibah traktor sejak 2017 hingga 2019 hingga mencapai Rp215 juta.

Yusuf sendiri baru tahu adanya kejadian itu setelah beredar informasi bahwa CAN ditangkap petugas Polres Lamtim melalui OTT, pada Senin (29/7/2019), sekitar pukul 17.30, di di Desa  Kedaton I,  Kecamatan Batanghari Nuban,  saat sedang menerima uang sejumlah Rp 5 juta dari salah satu kelompok tani penerima bantuan teraktor.

“Selama ini kami benar-benar tidak tahu samasekali aksi yang dilakukan tersangka CAN itu, kami baru tahu setelah tersangka ditangkap oleh anggota Polres Lamtim melalui OTT,” kata Yusuf.

Kemudian pihaknya juga meminta pihak Polres Lamtim  agar dapat mengusut kasus itu hingga tuntas dan menindak tegas siapapun oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. (ltc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here