Beranda Advertorial Dilantik, PUK SPSI GGF Mewakili 9.000 Pekerja

Dilantik, PUK SPSI GGF Mewakili 9.000 Pekerja

0 views
0
BERBAGI

LAMPUNG TENGAH (radarpembaruan.com) — Sebanyak 18 Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI)  Great Giant Foods (GGF) dilantik Ketua SPSI Lampung Tengah Musa Ahmad di Training Center  GGF, Senin (12/8). Musa berharap PUK SPSI bisa menjalankan tugas dengan baik dan menjalin komunikasi harmonis dengan perusahaan.

“Jalankan tugas sebaik-baiknya. Jalin komunikasi yang harmonis dengan perusahaan. Selesaikan segala persoalan dengan musyawarah,” kata Musa Ahmad.

Sementara Ketua DPC SPSI Lampung Hasan Nur Em Rasyid menyatakan, baru satu-satunya di Lampung, hubungan industrial pengusaha dan pekerja harmonis.

“Rasa-rasanya baru di sini (GGF, Red), satu-satunya hubungan industrial pekerja dan pengusaha harmonis. Dalam menyelesaikan persoalan tidak terjun ke jalan. Pemilihan ketua PUK SPSI juga difasilitasi perusahaan. Di sini juga bisa mewujudkan harapan SPSI. Tapi, bukannya tak pernah ada persoalan, namun bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Mantan Ketua PUK SPSI GGF Sulaeman juga menyatakan, perusahaan bukan lawan SPSI. “SPSI bukan lawan, tapi partner. Selama saya menjabat, hubungan perusahaan dan pekerja berjalan dengan baik. Semua program terbuka. Diketahui pihak perusahaan dan seluruh anggota SPSI. Menyelesaikan masalah juga bukan mencari menang dan kalah. Tapi, cari win-win solution. Bagaimana perusahaan ini bisa berkembang. Apalagi ada sekitar 55.000 jiwa bergantung dengan perusahaan ini,” tegasnya.

Sementara Ketua PUK SPSI GGF Ishak Hendra mengaku pasar bebas menjadi kekhawatiran. “Pasti akan banyak masuk tenaga kerja asing. Tapi, kita siap menghadapi daya saing kerja. Menciptakan sistem usaha yang produktif. Saya juga ingin PUK SPSI GGF jadi pilot project. Kita akan lakukan pelatihan kerja untuk meningkatkan mutu SDM,” katanya.

Semua program yang telah berjalan, kata Ishak, akan dilanjutkan. “Kita akan berupaya pekerja lebih produktif, bagus, dan perusahaan terus berkembang. Penyerapan tenaga kerja juga bertambah. Apalagi GGF penyumbang PAD terbesar dan devisa negara. Kita akan terus berkomunikasi dengan manajemen perusahaan dan terus berinovasi,” ujarnya.

Ishak melanjutkan, PUK SPSI GGF ada delapan unit kerja. Salah satunua di Lampung Timur. “Makanya SK kita yang menerbitkan pengurus daerah, bukan cabang. Perjanjian kerja juga pengesahan di provinsi. Dari 9.000 anggota PUK SPSI GGF, ada yang berstatus karyawan atau permanen serta perjanjian kerja waktu tertentu dan tidak tertentu (PKWT-PKWTT). Ada juga tenaga kontrak yang sedang proses pengangkatan,” ungkapnya.

Loekman Djoyosoemarto berharap, dengan pelantikan PUK SPSI GGF, hubungan manajemen perusahaan dan pekerja terjalin dengan baik.

“Mudah-mudahan hubungan manajemen perusahaan dan pekerja terjalin dengan baik. Pembentukan PUK SPSI GGF ini akan mewakili 9.000 pekerja dengan 18 pengurus. Jika ada perselisihan pekerja dengan manajemen perusahaan, dapat dimusyawarahkan secara terbatas. Jangan sampai ada gejolak-gejolak di perusahaan,” harapnya.

Pemkab Lamteng, kata Loekman, selama ini tidak pernah mencampuri urusan perusahaan-perusahaan di kabupaten berjuluk Bumi Jurai Siwo tersebut. “Nggak ada perusahaan di Lamteng direcoki pemerintah daerah.  Semua kepentingan perusahan dilayani, terutama perizinan. Gratis,” tegasnya.

Salah satu fungsi pemerintah daerah, terus Loekman, melindungi potensi yang ada dan bukan mencari kesalahan. “Tim intensifikasi dan ekstensifikasi PAD yang turun adalah rekomendasi KPK karena melihat PAD Lamteng kecil. Bukan keinginan kita. Fungsi pemerintah melindungi semua potensi yang ada. Bukan cari kesalahan,” tukasnya.

Selama hampir 32 tahun lebih, kata Loekman, dirinya mengakui memang belum pernah mendengar adanya demo pekerja di GGF. “Saya akui memang belum dengar ada demo pekerja di sini. Artinya, hubungan industrial terjalin dengan baik. Yakni antara manajemen perusahaan dan pekerja. Jadi memang layak jadi pilot project,” ujarnya.

Loekman juga mengingatkan SPSI agar jangan takut dengan tenaga kerja asing. “Jangan takut dengan tenaga kerja asing. Ini tantangan mengasah keahlian sehingga bisa bersaing. Saya yakin tenaga kerja lokal tetap dipakai perusahaan. Jika perusahaan maju pasti memperhatikan pekerjanya,” tegasnya.

Sementara Manajemen Human Resources Development (HRD) GGF Benny Johan menyatakan, SPSI bukan musuh perusahaan. “SPSI merupakan partner perusahaan, bukan musuh. Bagaimana menciptakan situasi kondusif dan meningkatkan produktivitas usaha. Jika
ada persoalan, bisa diselesaikan dengan komunikasi. Perusahaan bisa semakin kompetitif. Selama ini hubungan dengan perusahaan berjalan harmonis,” katanya. zul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here