Beranda lampung Bandar Lampung Pemprov Lampung Optimalisasi Rawa Jadi Lahan Pertanian

Pemprov Lampung Optimalisasi Rawa Jadi Lahan Pertanian

0 views
0
BERBAGI

BANDAR LAMPUNG (radarpembaruan.com) — Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural berkerja sama dengan TNI (Korem) akan melakukan pengoptimalisasian rawa menjadi lahan pertanian seluas 600 hektar yang berada di kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural Provinsi Lampung Ahmad Chrisna Putra mengatakan, pengoptimalisasian rawa menjadi lahan pertanian merupakan program dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia (RI).

“Untuk di Provinsi Lampung, kita akan berkerja sama dengan TNI (Korem) untuk mencetak sawah di dua kabupatan yakni 300 hektar di Kabupaten Mesuji dan 300 hektar di Kabupaten Tulang Bawang,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (23/08/2019).

Namun, Chrisna juga membenarkan, dengan adanya beberapa sawah di Lampung yang telah dialihfungsingkan dalam pembangunan kota. Tapi untuk perihal ini, ia mengatatakan, ada kebijakan dari pemerintah, dimana setiap kepala daerah harus mengumumkan peraturan daerah yakni PLP2B (Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) dan di kota madya sudah ada perdanya. Sedangankan untuk kabupaten lain baru dalam proses, seperti di Pesisir Barat, Mesuji, dan beberapa kabupaten lain semua sedang berproses.

“Namun dari Perda, bukan berarti tidak boleh dijual, boleh dijual tapi tidak dialihfungsikan. Jadi sawah ini sudah menjadi by name by andres. Jadi sudah tercatat 1 sawah namanya siapa berapa luasnya. Tidak boleh dialihfungsikan lagi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan pemerintah memiliki program baru yakni program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterahkan Petani). Di Lampung terdapat untuk program ini ada 25.200 hektar lahan yang tersebar di Lampung Selatan, Mesuji, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, dan akan dilaksanakan September mendatang.

“Jadi rawa yang tidak berfungsi akan dialihfunggsikan menjadi sawah. Dan ini merupakan salah satu program kementrian. Seperti Mesuji kebun kelapa swait dan juga di Waykanan kebun karet yang tidak produktif, akan dijadikan sawah. Jadi setiap hari sawah di Lampung ini justru bertambah. Karena kalau dari data kita, penurunanannya hanya 100-200 hektar pertahun, sedangkan pembukaan lahan sawah lebih dari data tersebut,” tandasnya.(sts)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here