Beranda lampung FPI dan Gereja Berdampingan Bangun Posko Banjir Jakarta

FPI dan Gereja Berdampingan Bangun Posko Banjir Jakarta

6 views
0
BERBAGI
Posko Banjir FPI di Kawasan Wijaya, Petogogan, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia)

Jakarta — Front Pembela Islam (FPI) turut menyediakan posko bantuan bagi warga terdampak banjir di Jakarta Selatan. Posko banjir FPI dibangun selang sehari sejak hujan deras mengguyur Jakarta pada 31 Desember lalu.

Salah satu posko berada di kawasan Wijaya, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tercatat ada ribuan warga di tiga RW Kelurahan Petogogan yang rumahnya terendam banjir setinggi 2 hingga 3 meter.

Posko FPI itu berlokasi tak jauh dari halte Wijaya I. Lokasinya sekitar 300 meter dari lokasi banjir. Ukuran posko yang didirikan tak lebih dari warung tenda makanan yang kerap berada di pinggir jalan.

Di dalamnya terdapat satu meja untuk tempat kompor, terpal yang menjadi alas duduk, serta beberapa kardus mie instan dan minuman dari para donatur.

Sementara di bagian depan posko terdapat spanduk bertuliskan ‘Posko Siaga Bencana Relawan Kemanusiaan’. Di bagian spanduk terdapat lambang dan tulisan FPI serta sejumlah sayap organisasi seperti Laskar Pembela Islam (LPI), Mujahidah Pembela Islam (MPI), dan Badan Anti Teror.

Mega, Ketua MPI Jakarta Selatan mengatakan ia dan rekannya memang tak terlalu sibuk lantaran jumlah warga yang membutuhkan bantuan telah berkurang. Warga telah kembali ke rumah mengingat banjir mulai surut.

Mega menuturkan posko bantuan itu didirikan FPI setelah hujan deras melanda rumah warga di malam tahun baru.

Menurutnya, FPI memiliki divisi khusus untuk penanganan bencana. Bahkan, tiap anggota yang baru masuk akan mengikuti diklat siaga bencana.

“Di situ mereka dapat pelatihan soal pengetahuan medis, penyiapan logistik, sampai penanganan korban,” ujar Mega.

Sementara di bagian depan posko terdapat spanduk bertuliskan ‘Posko Siaga Bencana Relawan Kemanusiaan’. Di bagian spanduk terdapat lambang dan tulisan FPI serta sejumlah sayap organisasi seperti Laskar Pembela Islam (LPI), Mujahidah Pembela Islam (MPI), dan Badan Anti Teror.

Mega, Ketua MPI Jakarta Selatan mengatakan ia dan rekannya memang tak terlalu sibuk lantaran jumlah warga yang membutuhkan bantuan telah berkurang. Warga telah kembali ke rumah mengingat banjir mulai surut.

Mega menuturkan posko bantuan itu didirikan FPI setelah hujan deras melanda rumah warga di malam tahun baru.

Menurutnya, FPI memiliki divisi khusus untuk penanganan bencana. Bahkan, tiap anggota yang baru masuk akan mengikuti diklat siaga bencana.

“Di situ mereka dapat pelatihan soal pengetahuan medis, penyiapan logistik, sampai penanganan korban,” ujar Mega.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here